Sikap ramah lingkungan atau eco friendly saat ini bukan hanya gerakan sosial saja, banyak orang yang menggunakan hal ini sebagai prinsip dan gaya hidup mereka sehari-hari. Hal ini yang juga membuat berbagai aspek yang dijalani dalam hidup sebagian orang harus berjalan secara ramah lingkungan, salah satunya saat menyelenggarakan acara sakral seperti pernikahan. Di balik kemewahan dan perayaannya, pesta pernikahan kerap menghasilkan limbah dalam jumlah besar, Hal ini menimbulkan kesadaran baru di kalangan pasangan masa kini untuk merayakan hari bahagia mereka dengan cara yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Konsep eco friendly wedding hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Mewujudkan pernikahan yang ramah lingkungan bukan berarti mengorbankan keindahan atau kemeriahan acara, melainkan tentang membuat pilihan yang lebih bijak dan berkelanjutan di setiap aspek perencanaan. Mulai dari penggunaan bahan daur ulang, dekorasi alami, konsumsi lokal, hingga pengurangan limbah plastik, semua dapat diterapkan secara kreatif dan tetap estetik. Banyak pasangan ingin menjadikan momen penting mereka tidak hanya berkesan secara pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Untuk mewujudkan pernikahan yang eco friendly, #SobatTLT dapat menerapkan lima hal berikut ini!
1. Memilih venue yang ramah lingkungan
Salah satu langkah nyata dalam mewujudkan pernikahan yang ramah lingkungan adalah dengan memilih venue yang menerapkan prinsip green building. Venue berkonsep green building dirancang dengan prinsip keberlanjutan seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penggunaan material ramah lingkungan. Menggelar pernikahan di tempat seperti ini menghadirkan pengalaman elegan sekaligus minim dampak terhadap lingkungan. Dengan ini, acara pernikahan dapat berjalan sesuai dengan keinginan #SobatTLT, termasuk dengan prinsip ramah lingkungan di berbagai kegiatan yang berlangsung.
2. Menggunakan undangan digital
Undangan fisik yang dicetak dalam jumlah besar tidak hanya menghabiskan kertas dan tinta, tetapi juga berpotensi menjadi limbah setelah acara selesai. Dengan beralih ke undangan digital, pasangan dapat mengurangi konsumsi sumber daya alam dan membantu menekan produksi sampah kertas yang sulit didaur ulang dalam jumlah besar. Undangan digital tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih praktis dan efisien. Undangan bisa dikirim melalui email, media sosial, atau aplikasi pesan instan, sehingga menghemat waktu dan biaya pengiriman. Selain itu, undangan digital memungkinkan pasangan menampilkan elemen interaktif seperti peta lokasi, tautan RSVP, atau video singkat yang memperkuat kesan personal dan modern.
3. Menggunakan dekorasi dari bahan alami atau daur ulang
Dekorasi merupakan elemen penting dalam sebuah pernikahan karena menciptakan suasana yang indah dan berkesan. Namun, dekorasi yang berlebihan dan berbahan sintetis sering kali berujung menjadi limbah setelah acara selesai. Untuk mewujudkan pernikahan yang ramah lingkungan, penggunaan dekorasi dari bahan alami atau daur ulang menjadi pilihan yang bijak dan berkelanjutan. Bunga dan tanaman pot juga bisa dipilih agar tetap hidup dan dapat dibawa pulang atau ditanam kembali setelah acara. Selain itu, memanfaatkan bahan daur ulang seperti botol kaca bekas, atau kertas koran juga menjadi langkah cerdas untuk mengurangi produksi barang baru.
4. Memilih vendor yang mendukung keberlanjutan lingkungan
Vendor seperti katering, dekorator, penyedia souvenir, hingga fotografer memainkan peran besar dalam keseluruhan proses pernikahan. Vendor yang mendukung keberlanjutan biasanya menggunakan bahan dan metode kerja yang ramah lingkungan. Misalnya, vendor catering yang menyajikan makanan lokal dan organik serta mengelola sisa makanan dengan sistem kompos atau donasi. Penyedia dekorasi yang mengandalkan material daur ulang atau tanaman hidup, dan souvenir yang dipilih dari produk lokal, handmade, atau berbahan alami, juga turut mendukung konsep pernikahan berkelanjutan.
5. Menghindari penggunaan barang sekali pakai selama acara
Barang-barang seperti gelas plastik, piring kertas, sedotan sekali pakai, dan kemasan makanan yang dibuang setelah sekali pakai sering kali menjadi penyumbang utama sampah dalam pesta pernikahan. Sebagai gantinya, #SobatTLT bisa memilih peralatan makan dari bahan keramik, kaca, atau stainless steel yang bisa digunakan ulang. Untuk minuman, gelas kaca atau botol isi ulang jauh lebih ramah lingkungan dan juga terlihat lebih elegan. Gunakan dekorasi dari bahan-bahan seperti kain, rotan, atau kayu yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali.
Telkom Landmark Tower Penuhi Dream Wedding yang Eco Friendly
Pernikahan yang ramah lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memilih venue berkonsep green building yang hemat energi, menggunakan undangan digital untuk mengurangi konsumsi kertas, serta memanfaatkan dekorasi dari bahan alami atau daur ulang. Telkom Landmark Tower menjadi pilihan ideal untuk mewujudkan dream wedding yang eco friendly karena gedung ini merupakan green building yang dirancang dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Auditorium yang ada di gedung ini didesain tidak hanya untuk kenyamanan dan estetika, tetapi juga untuk mendukung efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan. Hal ini membuat konsumsi energi selama acara pernikahan lebih terkontrol dan minim jejak karbon. Atmosfernya yang modern dan tetap eco friendly membuat venue ini memungkinkan #SobatTLT dan pasangan merayakan hari bahagia tanpa mengorbankan kepedulian terhadap bumi.
Comments