Bangunan bertingkat menjadi salah satu sumber penyumbang emisi karbon dan konsumsi energi terbesar di dunia. Isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin memprihatinkan ini membuat sektor konstruksi akhirnya menghadirkan solusi bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satu solusi yang kini semakin marak dikembangkan untuk pembangunan gedung bertingkat adalah pembangunan green building.
Green building merupakan pendekatan dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan bangunan yang mengutamakan efisiensi sumber daya alam, pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup penghuni. Konsep ini tidak hanya fokus pada estetika atau fungsi bangunan semata, tetapi juga menekankan pada keberlanjutan jangka panjang. Terdapat prinsip-prinsip utama yang menjadi dasar dalam perancangan dan pembangunan green building. Nah, ini dia 3 prinsip penting di green building yang mendukung gerakan eco-green!
1. Efisiensi Energi
Efisiensi energi merupakan salah satu prinsip paling penting pada green building karena berkaitan langsung dengan upaya mengurangi dampak lingkungan dari konsumsi energi bangunan. Bangunan konvensional biasanya menggunakan energi dalam jumlah besar, terutama untuk kebutuhan pencahayaan, pendinginan, pemanas, dan peralatan elektronik. Sebagian besar energi ini masih berasal dari sumber tak terbarukan seperti bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon dan memperburuk krisis iklim.
Efisiensi energi pada green building dirancang sejak tahap perencanaan dengan memaksimalkan desain yang memanfaatkan kondisi alam secara optimal untuk mengatur suhu dan pencahayaan dalam ruangan. Misalnya, bangunan dirancang agar memperoleh cahaya matahari alami yang cukup di siang hari, serta memiliki ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara. Biasanya green building juga memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada energi dari jaringan listrik umum.
2. Lingkungan yang Sehat dan Bersih
Lingkungan yang sehat dan bersih merupakan salah satu prinsip penting dalam pembangunan green building karena memengaruhi kualitas hidup para penghuninya. Konsep ini tidak hanya berfokus pada elemen fisik bangunan, tetapi juga pada bagaimana bangunan tersebut berinteraksi dengan penghuninya secara langsung. Green building dirancang untuk menciptakan suasana yang mendukung kesehatan fisik dan mental, dengan cara mengendalikan kualitas udara, pencahayaan, suhu, kelembapan, serta mengurangi paparan zat-zat berbahaya dari bahan bangunan.
Kualitas udara dalam ruangan menjadi perhatian utama karena sebagian besar aktivitas manusia dilakukan di dalam bangunan. Oleh karena itu, green building mengutamakan sistem ventilasi yang baik, baik melalui sirkulasi alami maupun teknologi penyaring udara yang efektif, untuk memastikan udara bersih dan bebas dari polutan, debu, jamur, dan bahan kimia berbahaya. Selain itu, pemilihan material bangunan juga dilakukan dengan hati-hati, menghindari penggunaan bahan yang bisa mencemari udara dan memicu masalah kesehatan seperti iritasi, alergi, atau gangguan pernapasan.
3. Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah merupakan salah satu prinsip penting dalam pembangunan green building karena berkaitan langsung dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi beban pencemaran yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi maupun operasional bangunan. Pada konsep green building , limbah tidak dipandang sebagai sesuatu yang dibuang begitu saja, melainkan sebagai sumber daya yang masih bisa dimanfaatkan kembali atau didaur ulang dengan cara yang tepat.
Green building biasanya dilengkapi dengan fasilitas pemilahan sampah sehingga sampah organik dan anorganik dapat diproses secara terpisah. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai kompos, sementara sampah anorganik yang masih bernilai seperti kertas, plastik, dan logam dikumpulkan untuk didaur ulang. Dengan sistem seperti ini, jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan dapat ditekan secara signifikan.
Prinsip Green Building di Berbagai Fasilitas Telkom Landmark Tower
Sebagai bangunan modern, Telkom Landmark Tower mengintegrasikan berbagai teknologi canggih dan sistem ramah lingkungan untuk mendukung operasional yang efisien, sehat, dan bertanggung jawab terhadap alam. Salah satu bentuk nyata dari efisiensi energi di green building ini adalah penggunaan panel surya yang menyuplai sebagian kebutuhan listrik gedung dengan memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, yaitu sinar matahari.
Gedung ini juga dilengkapi dengan EV Charging Station yang mendukung ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi menuju mobilitas yang lebih bersih dan bebas emisi. Bukan hanya itu, adanya Vertical Garden di gedung ini mempercantik tampilan bangunan sekaligus meningkatkan kualitas udara di sekitar gedung. Taman ini membantu menyerap polusi udara, mengurangi suhu sekitar, dan memberikan efek menenangkan bagi penghuni serta pengunjung gedung.
Telkom Landmark Tower juga menunjukkan inovasi melalui kehadiran Reverse Vending Machine (RVM) yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola sampah botol plastik bekas dengan ditukar menjadi rupiah yang bernilai. Melalui berbagai fasilitas dan fitur yang mengusung prinsip eco-green ini membuat Telkom Landmark Tower bukan hanya sekadar bangunan tinggi yang megah, tetapi juga menjadi wujud nyata menuju masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Comments