May 14, 2025

Terapkan Zero Waste di Kantor dengan 5 Tips Ini!

Masalah pencemaran lingkungan akibat sampah rumah tangga di Indonesia kian mengkhawatirkan dan menjadi salah satu penyebab utama berbagai kerusakan, termasuk banjir. Penumpukan sampah yang semakin tidak terkendali ditambah perilaku buang sampah sembarangan yang masih belum ditinggalkan sebagian orang membuat volume sampah di Indonesia semakin menumpuk. Melansir BRIN, jumlah timbunan sampah nasional per 24 Juli 2024 mencapai angka 31,9 juta ton. Dari total produksi sampah nasional tersebut, sebesar 63,3% atau 20,5 juta ton dapat terkelola, sedangkan sisanya 35,67% atau 11,3 juta ton sampah tidak terkelola.

Banyaknya sampah yang terus bertambah setiap harinya ini membuat kampanye zero waste semakin banyak digerakkan di berbagai lini, terutama di tempat kerja. Kantor sebagai salah satu tempat aktivitas manusia sehari-hari juga menyumbang limbah yang tidak sedikit, mulai dari sampah kertas, plastik, makanan, hingga limbah elektronik. Konsep zero waste muncul sebagai pendekatan untuk meminimalkan dampak lingkungan melalui pengelolaan limbah secara bijak. Nah, ini dia tips zero waste di kantor yang dapat dilakukan karyawan untuk  berkontribusi terhadap permasalahan sampah di Indonesia!


1. Gunakan peralatan kantor yang eco friendly

Menggunakan peralatan kantor yang bersifat eco friendly menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata untuk mendukung gerakan zero waste. Peralatan kantor ramah lingkungan umumnya dibuat dari bahan daur ulang yang dapat digunakan berulang kali atau diproduksi dengan proses yang minim limbah dan emisi. Menggunakan produk yang ramah lingkungan akan mengurangi ketergantungan terhadap barang sekali pakai serta membantu menekan volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran sehari-hari. Penggunaan peralatan eco friendly juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini dapat mendorong perubahan budaya kerja menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab.


2. Mengganti gelas plastik dengan botol tumbler

Gelas plastik termasuk kategori sampah sekali pakai yang sulit terurai namun terus-menerus digunakan oleh banyak orang. Penggunaan tumbler yang dapat dipakai ulang menjadi langkah efektif dalam menekan volume sampah plastik harian. Menggunakan tumbler bukan hanya mendukung gaya hidup ramah lingkungan, tetapi juga membuat minuman lebih higienis dan praktis karena dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis minuman panas maupun dingin. Selain itu, penggunaan tumbler juga menghemat biaya karena mengurangi ketergantungan terhadap air minum kemasan atau minuman yang dikemas dalam wadah sekali pakai.


3. Memisahkan sampah sesuai jenis 

Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering dapat dikomposkan untuk menjadi pupuk alami. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dapat diproses untuk digunakan kembali. Sementara sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti baterai dan tinta printer harus ditangani secara khusus agar tidak mencemari air dan tanah. Memisahkan sampah sesuai jenis kini dapat dilakukan dengan mudah karena banyak kantor dan tempat umum yang menyediakan tempat sampah sesuai dengan kategorinya. Gerakan ini juga mendukung proses pengelolaan limbah menjadi lebih efisien karena memungkinkan lebih banyak material untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. 


4. Mendaur ulang sampah kantor

Berkontribusi terhadap gerakan daur ulang sampah merupakan salah satu langkah untuk mendukung gerakan zero waste karena membantu mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir serta memperpanjang siklus hidup suatu produk. Botol plastik dan kaleng yang telah #SobatTLT gunakan dapat dikumpulkan dan didaur ulang menjadi berbagai produk baru. Peralatan elektronik seperti printer rusak, kabel, dan komputer bekas bisa disumbangkan atau diproses oleh penyedia layanan daur ulang e-waste.


5. Membawa wadah  atau kantong sendiri

Membawa wadah makanan dan kantong belanja sendiri dapat mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai seperti styrofoam, plastik, dan kantong plastik yang sulit terurai. Kebiasaan ini membantu menekan jumlah sampah harian yang dihasilkan, terutama dari aktivitas makan siang dan jajan di luar kantor. Kotak bekal dan kantong yang dibawa bukan hanya mendukung gerakan ramah lingkungan, tetapi dapat digunakan berulang kali, higienis, dan praktis.


Telkom Landmark Tower Aktif Kampanyekan Zero Waste

Penerapan zero waste di lingkungan kantor bukan hanya berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan membangun citra perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Untuk mewujudkan sustainability action, Telkom Landmark Tower bersama Telkom Group menerapkan program GoZero% untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini mewujudkan prinsip-prinsip keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance). 

Telkom Landmark Tower berkomitmen untuk menekan emisi karbon yang sejalan dengan target net zero emission pemerintah pada tahun 2060. Hal ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif seperti pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah dengan adanya RVM (Reverse Vending Machine) daur ulang sampah botol, hingga pengadaan EV Charging Station untuk mendukung lingkungan yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dan bebas dari emisi karbon sehingga menjadi layak huni.

Comments