Maraknya sosialisasi menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Untuk berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih hijau, #SobatTLT juga bisa melakukan aksi nyata. Tidak harus selalu melalui program besar, setiap individu dapat memberi dampak positif dengan kebiasaan sederhana. Salah satunya dengan ikut berkontribusi dalam program daur ulang sampah plastik, contohnya botol minum yang tanpa disadari jadi salah satu penyumbang sampah plastik sehari-hari. Dengan ikut daur ulang botol plastik, #SobatTLT juga berkontribusi mengurangi emisi lingkungan. Simak penjelasannya berikut ini!
1. Produksi sampah plastik ikut berkurang
Semakin banyak sampah yang dibuang, maka emisi yang dihasilkan juga akan meningkat karena setiap sampah plastik yang dibuang ikut meningkatkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan berbagai zat kimia berbahaya lainnya. Daur ulang membuat produksi sampah plastik ikut berkurang karena sampah yang sudah digunakan tidak langsung berakhir menjadi limbah, namun diolah kembali menjadi produk baru. Sampah plastik yang di daur ulang secara tidak langsung juga mengurangi peningkatan emisi karbon sehingga lingkungan lebih terjaga.
2. Daur ulang bantu kurangi volume sampah di TPA
Daur ulang sampah plastik berperan penting dalam mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Plastik termasuk material yang sangat sulit terurai secara alami, bahkan bisa membutuhkan waktu ratusan tahun untuk hancur. Jika tidak dikelola dengan baik, plastik yang terus-menerus dibuang akan memperbesar volume sampah di TPA. Daur ulang membuat plastik yang semula menjadi limbah dapat diproses kembali menjadi bahan baku atau produk baru seperti serat kain, kemasan, hingga peralatan rumah tangga.
3. Meminimalisir pembakaran sampah plastik
Sampah plastik sering kali berakhir dibakar karena dianggap cara paling cepat untuk mengurangi volumenya. Namun, hal ini bisa menimbulkan masalah baru bagi lingkungan karena saat plastik dibakar, prosesnya akan melepaskan karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar ke atmosfer. Selain itu, pembakaran tidak sempurna juga dapat menghasilkan senyawa beracun seperti dioxin dan furan yang berbahaya bagi kesehatan manusia serta mencemari udara. Daur ulang sampah plastik dapat meminimalisir praktik pembakaran plastik karena limbah yang seharusnya dibuang dan dibakar justru dialihkan untuk diproses kembali menjadi bahan atau produk baru.
Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Jadi Rupiah
Kampanye gerakan ramah lingkungan yang semakin digalakkan membuat kontribusi untuk menjaga lingkungan bebas dari sampah juga semakin mudah. Kini #SobatTLT juga bisa ikut berkontribusi untuk mengurangi volume sampah, salah satunya dengan berpartisipasi pada program GoZero% yang digagas oleh Telkom Indonesia. Seiring dengan program tersebut, Telkom Landmark Tower juga menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM) khusus untuk sampah botol plastik. Mesin daur ulang yang bekerja sama dengan PlasticPay ini merupakan bentuk upaya meningkatkan perhatian dan minat masyarakat dalam mengurangi sampah plastik lewat daur ulang.
Mesin ini akan mengumpulkan sampah botol plastik yang nantinya akan didaur ulang menjadi produk dengan nilai guna. Selain berkontribusi terhadap upaya menjaga lingkungan, menyumabngkan sampah plastik ke RVM yang tersedia di Telkom Landmark Tower ini juga akan menguntungkan #SobatTLT. Setiap botol plastik yang dimasukkan ke dalam mesin ini juga akan ditukar menjadi poin yang bernilai rupiah. Jadi, bukan hanya ikut mengurangi volume sampah botol plastik di TPA, ikut program daur ulang ini juga bisa memberikan keuntungan secara finansial.
Comments