April 28, 2025

Perlu Dihindari, Ini Bahaya Sedentary Life Bagi Karyawan

Berbagai teknologi yang modern dan canggih tentu mempermudah jalannya pekerjaan manusia. Di masa kini, karyawan kantoran dapat bekerja dengan bantuan teknologi sehingga pekerjaan dapat selesai lebih cepat dan praktis. Selain pekerjaan di kantor yang kini semakin mudah, kebutuhan hidup sehari-hari lainya seperti memesan makan siang melalui aplikasi membuat segala sesuatunya lebih praktis. Berbagai aktivitas yang semula perlu dilakukan secara fisik kini lebih praktis berkat perkembangan teknologi sehingga  memicu terjadinya sedentary life. Apa itu sedentary life?

Sedentary life merupakan gaya hidup yang ditandai dengan minimnya aktivitas fisik. Pada kondisi ini,  seseorang lebih banyak duduk atau berbaring dalam waktu lama, termasuk saat bekerja. Gaya hidup ini mungkin cukup umum untuk karyawan kantoran yang bekerja di depan laptop 6-8 jam dalam sehari. Padatnya pekerjaan juga membuat sebagian karyawan mungkin tidak memiliki waktu untuk berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya. Tanpa disadari, aktivitas ini sering kali menjadi kebiasaan sehari-hari yang sebenarnya berbahaya jika dibiarkan. Berikut adalah penjelasan tentang bahaya sedentary life bagi karyawan dan mengapa hal ini harus dihindari!


1. Kurang aktivitas dapat menyebabkan obesitas

Sedentary life membuat tubuh tidak membakar cukup energi sehingga kalori yang berlebih pada tubuh akan disimpan sebagai lemak. Melansir Samitivej Hospital, gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat meningkatkan risiko obesitas. Duduk dalam waktu lama juga memperlambat metabolisme sehingga tubuh semakin sulit membakar lemak. Dalam jangka panjang, NHS UK menyebutkan kondisi ini bisa menyebabkan stroke, beberapa jenis kanker, bahkan hingga penyakit kardiovaskular. 


2. Duduk terlalu lama memicu penyakit jantung

Selain memicu obesitas, World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa sedentary life juga dapat memicu munculnya penyakit jantung. Terlalu lama duduk bukan hanya memperlambat metabolisme, tetapi juga dapat memperlambat aliran darah dan menyebabkan penumpukan lemak di dalam pembuluh darah. Kondisi ini membuat darah lebih mudah menumpuk di bagian bawah tubuh seperti kaki, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Blood Pressure UK mengungkapkan bahwa melakukan aktivitas fisik dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga pembuluh darah dengan baik sehingga terhindar dari risiko penyakit jantung.


3. Pola makan buruk dan jarang aktivitas memicu diabetes 

Aktivitas fisik membantu otot menggunakan glukosa (gula darah) sebagai sumber energi. Saat seseorang aktif bergerak, sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, hormon yang membantu memasukkan gula ke dalam sel. Sedentary life ini menurut Diabetes Journal membuat tubuh rentan terkena resistensi glukosa sehingga tubuh akhirnya menjadi kurang responsif terhadap insulin. Mengutip dari WHO, kadar gula darah tetap tinggi di dalam aliran darah hingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.


4. Kurangnya aktivitas fisik memengaruhi kondisi mental

Kurangnya aktivitas fisik akibat sedentary life dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi mental seorang karyawan. Mengutip Psych Central, sedentary life berpotensi memicu terjadinya anxiety dan depresi. Tubuh yang jarang bergerak dan terlalu lama berada dalam posisi duduk, seperti bekerja berjam-jam di depan komputer atau terlalu sering menonton layar tanpa jeda aktivitas bukan hanya memengaruhi kesehatan fisik, tapi juga kondisi psikologis. Duduk terlalu lama dapat menyebabkan penurunan mood. Healthline mengungkapkan aktivitas fisik berpengaruh terhadap peningkatan produksi hormon dopamin dan serotonin (hormon bahagia). Oleh karena itu, kurangnya aktivitas fisik membuat produksi hormon bahagia menjadi terbatas sehingga dapat memicu rasa cemas, sedih, atau kehilangan semangat.


5. Kurang bergerak pengaruhi penurunan konsentrasi

Aktivitas fisik secara aktif menurut BYU Life Sciences dapat membantu meningkatkan aliran darah yang penting untuk menjalankan fungsi otak, termasuk memori. Kelancaran aliran darah penting untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan otak agar bisa bekerja secara maksimal. Tanpa pasokan tersebut, fungsi kognitif otak seperti fokus, daya ingat, dan kemampuan berpikir kritis bisa menurun secara perlahan. Sedentary life menurut National Health Institute juga menjadi penyebab buruknya pola tidur dan kurangnya waktu istirahat. Hal ini membuat kemampuan otak untuk memproses informasi, menyimpan memori, dan menjaga fokus juga ikut terganggu.


Luangkan Waktu di Sela-Sela Bekerja untuk Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik di sela-sela waktu bekerja sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan tubuh. Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berdiri sejenak, berjalan keliling ruangan, atau melakukan peregangan setiap 30–60 menit dapat membantu melancarkan aliran darah, melemaskan otot-otot yang tegang, dan memberikan jeda bagi otak untuk beristirahat. Hal ini bukan hanya mengurangi ketegangan fisik, tetapi juga meningkatkan fokus dan performa kerja setelahnya.

AKtivitas fisik penting dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit fisik dan mental. Oleh karena itu, sebaiknya #SobatTLT meluangkan waktu di sela-sela bekerja untuk banyak bergerak. Telkom Landmark Tower menyediakan Employee Corner yang menyediakan berbagai fasilitas untuk beraktivitas fisik, seperti gym, tenis meja, billiard, hingga mini golf simulator. Kegiatan ini dapat dilakukan agar tubuh tetap bergerak aktif meskipun sedang bekerja di kantor. Beberapa aktivitas fisik ringan juga dapat dilakukan seperti berjalan-jalan ke area Vertical Garden dan Dancing Waterfall yang juga bermanfaat untuk menyegarkan pikiran di tengah padatnya pekerjaan. Berbagai aktivitas fisik yang dapat dilakukan di Telkom Landmark Tower ini dapat mencegah sedentary life sehingga tubuh tetap sehat dan terjaga meski sibuk bekerja.

Comments