March 30, 2025

Mengenal Halal Bihalal, Tradisi Lebaran untuk Saling Bermaafan

Hari Raya Idulfitri yang disambut dengan sukacita diisi dengan momen berkumpul dengan orang-orang terdekat untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Hari yang suci ini merupakan momen yang tepat untuk kembali menjalin silaturahmi dan keakraban dengan orang-orang sekitar. Perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia biasanya disambut antusias dengan berbagai tradisi yang penuh makna, salah satunya halal bihalal. 

Tradisi halal bihalal menjadi momen penting bagi masyarakat untuk saling bersilaturahmi, meminta maaf dan memaafkan, serta mempererat hubungan baik dalam lingkungan keluarga, komunitas, maupun tempat kerja. Biasanya halal bihalal diisi dengan berbagai kegiatan yang membangun keakraban dan kekompakan. Pada dasarnya, halal bihalal bukan sekadar ajang berkumpul dengan orang terdekat saja, ada makna luar biasa yang menjadikan momen ini sebagai tradisi rutin setiap tahunnya. Yuk simak lebih lanjut seputar halal bihalal, tradisi Lebaran untuk saling bermaafan.


Asal-Usul Halal Bihalal

Halal bihalal merupakan salah satu tradisi yang rutin dilakukan pada Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal merujuk pada kegiatan saling berkunjung dan meminta maaf satu sama lain. Nah, istilah halal bihalal sendiri sebenarnya berasal kata ‘halla’ yang dalam bahasa Arab memiliki tiga makna. Halla al habl (benang kusut terurai kembali), halla al maa’ (air keruh diendapkan), dan halla as syai (sesuatu yang halal). Kesimpulan dari ketiga kata ini adalah halal bihalal segala kekusutan dan kesalahan akan kembali lagi menjadi teratasi seperti sedia kala.


Istilah halal bihalal sendiri pertama kali diperkenalkan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948 silam. Istilah ini diperkenalkan kepada Ir. Soekarno untuk merujuk pada cara silaturahmi antar pemimpin politik yang pada saat itu masih banyak yang berkonflik. Istilah halal bihalal digunakan pertama kali pada tahun 1984 dalam agenda silaturahmi di Istana Negara.



Makna Halal Bihalal

Idulfitri merupakan hari kemenangan dimana setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan, umat Islam akan kembali ke fitrah atau keadaan suci secara spiritual maupun sosial. Cara mendapatkan fitrah ini adalah dengan saling memaafkan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Melalui halal bihalal, umat Muslim saling meminta maaf dan bermaafan, yang tidak hanya menghapus kesalahan antar sesama, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Halal bihalal juga menjadi ajang untuk memperbaiki hubungan, mempererat persaudaraan, dan memperkokoh persatuan, baik dalam lingkup keluarga, komunitas, maupun lingkungan kerja.


Macam-Macam Acara Halal Bihalal

Halal bihalal bukan hanya menjadi momen untuk saling meminta maaf dan memaafkan, tetapi juga menjadi momen untuk memupuk kebersamaan hingga kekompakan. Biasanya acara halal bihalal diselenggarakan dalam berbagai bentuk, tergantung pada tujuan, peserta, dan konsep yang diinginkan. Nah, ini dia beberapa acara halal bihalal yang kerap digelar setiap tahunnya:


  1. Acara dengan Keluarga

Halal bihalal yang dilakukan dengan keluarga biasanya dilakukan di rumah. Selain itu, acara halal bihalal dengan keluarga besar juga bisa dilakukan di tempat lain seperti ruang pertemuan hingga tempat wisata agar lebih meriah. Biasanya kegiatan halal bihalal dengan keluarga juga diwarnai dengan pembagian THR hingga makan hidangan Lebaran bersama.


  1. Acara di Lingkungan Kantor

Acara halal bihalal yang diadakan oleh kantor biasanya lebih formal. Kegiatan halal bihalal ini biasanya dilakukan untuk mempererat hubungan antar karyawan. Halal bihalal kantor biasanya diselenggarakan di area yang lebih luas dan mewah, seperti di kantor, auditorium, atau hotel. 


  1. Acara dengan Komunitas atau Organisasi

Banyak organisasi hingga komunitas alumni sekolah memanfaatkan momen Idulfitri untuk mengadakan reuni sekaligus halal bihalal. Acara ini sering diadakan di restoran, gedung serbaguna, atau tempat wisata. Mirip dengan acara keluarga, halal bihalal dengan teman sebaya juga bisa dihiasi dengan berbagai permainan untuk mempererat kebersamaan. 


Halal Bihalal di Telkom Landmark Tower

Setiap acara halal bihalal yang digelar bisa saja berbeda bergantung pada tema acara hingga kapasitas tamu undangan yang hadir. Selain menyusun rencana kegiatan yang akan digelar, menyesuaikan kapasitas tempat dengan tamu yang hadir juga penting, misalnya halal bihalal kantor sebaiknya diselenggarakan di area yang besar seperti SMART Auditorium di Telkom Landmark Tower. Auditorium ini bisa menjadi pilihan venue yang tepat untuk menyelenggarakan acara halal bihalal dengan kapasitas tamu yang besar hingga 1600 orang. 


Halal bihalal yang diselenggarakan di auditorium tengah kota juga akan memudahkan tamu undangan yang hadir karena tempatnya mudah dijangkau. Selain itu, berbagai fasilitas seperti parkir motor dan mobil hingga halte transportasi umum yang terjangkau juga memudahkan karyawan dan tamu undangan yang akan datang. SMART Auditorium yang ada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, kawasan bisnis terpadat di Indonesia ini cocok digunakan sebagai tempat halal bihalal untuk acara berskala besar.

Selain ruangan dengan kapasitas besar, Telkom Landmark Tower juga menyediakan beberapa tipe venue hingga tenant makanan dan minuman yang dapat digunakan sebagai tempat untuk bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat, tenant seperti Coffee Bean and Tea Leaf bisa jadi tempat halal bihalal sederhana yang tepat dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan #SobatTLT.

Comments