Green building merupakan bangunan yang dirancang ramah lingkungan dengan tujuan mengurangi dampak negatif terhadap alam sekaligus menciptakan ruang yang sehat dan efisien bagi penghuninya. Meski disebut green, istilah ini tidak berarti gedung harus selalu berwarna hijau atau dipenuhi tanaman di setiap sudutnya. Konsep green building lebih dari sekedar ‘bangunan hijau’ yang dipenuhi dengan tanaman atau unsur yang berwarna hijau, tetapi mengedepankan penerapan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan di setiap elemen gedung. Yuk simak lebih lanjut mengapa green building tidak selalu nampak hijau!
Konsep Green Building Dirancang Efisien Energi
Green building dirancang efisien energi dengan tujuan menciptakan bangunan yang ramah lingkungan sekaligus hemat dalam penggunaan sumber daya. Efisiensi energi menjadi salah satu prinsip utama dalam perancangannya, di mana bangunan tidak hanya mengandalkan energi dari luar, tetapi juga memaksimalkan potensi alami yang tersedia. Dengan konsep ini, bangunan tidak harus selalu terlihat ‘hijau’, baik dengan dipenuhi tanaman dan dedaunan atau identik dengan warna hijau karena sistem yang ada di dalam green building dirancang untuk meminimalisir penggunaan energi yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan.
Memberikan Dampak Terhadap Lingkungan
Green building memang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan, namun tidak selalu terlihat secara kasat mata seperti bangunan yang penuh dengan tanaman hijau. Esensi dari green building terletak pada prinsip keberlanjutan dan efisiensi sumber daya, bukan semata-mata pada penampilan luar. Dampak nyata dari green building justru lebih banyak dirasakan daripada dilihat. Misalnya, penghematan energi melalui pencahayaan alami, penggunaan material ramah lingkungan yang tahan lama, sistem pengelolaan air yang efisien, serta pengurangan emisi karbon. Semua itu berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan, meskipun tampilan bangunannya bisa saja modern dan minimalis tanpa banyak elemen hijau.
Telkom Landmark Tower Dirancang Berkelanjutan untuk Lingkungan
Telkom Landmark Tower dirancang dengan prinsip berkelanjutan, yakni memastikan bahwa setiap aspek pembangunan dan operasionalnya memberikan manfaat jangka panjang tanpa merusak lingkungan. Konsep keberlanjutan diwujudkan melalui pemanfaatan energi yang efisien, penggunaan material ramah lingkungan, serta sistem pengelolaan air yang hemat dan cerdas. Selain itu, gedung ini juga mengoptimalkan teknologi modern untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon. Bukan hanya menjawab kebutuhan ruang kerja dan aktivitas saat ini, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Prinsip berkelanjutan di Telkom Landmark Tower dapat dilihat dari berbagai fasilitas ramah lingkungan yang tersedia. Gedung ini dilengkapi dengan fasilitas ramah lingkungan seperti EV Charging Station dan Reverse Vending Machine daur ulang botol plastik. Tidak hanya itu, gedung ini juga memanfaatkan panel surya sebagai penghasil energi yang ramah lingkungan dan efisien dan Vertical Garden yang menghadirkan nuansa alami yang menyejukkan di dalam gedung. Berbagai fasilitas pendukung di gedung ini juga mengutamakan efisiensi dengan dirancang hemat dalam penggunaannya. Berbagai implementasi konsep green building di Telkom Landmark Tower bahkan telah diakui oleh Green Building Council Indonesia sehingga meyakinkan bahwa green building bukan berarti terlihat hijau, tetapi memberikan dampak berkelanjutan pada lingkungan.
Comments