January 20, 2025

Lebih Ramah Lingkungan, Ini Bedanya Green Building dengan Gedung Biasa

Demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan, pembangunan kota semakin dirancang inovatif dan ramah lingkungan. Salah satu inovasi modern yang berdampak besar terhadap lingkungan yakni pembangunan green building. Meski terlihat seperti gedung biasa, green building dirancang dengan teknologi dan ekosistem yang ramah lingkungan. 

Dengan pendekatan berkelanjutan dalam desain, konstruksi, dan pengelolaan, green building menawarkan solusi jangka panjang yang berdampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat dan ekonomi. Kehadiran green building ini justru jadi pemicu untuk membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. 

Bukan hanya solusi sementara, adanya green building ini jadi solusi jangka panjang di tengah tantangan global yang kompleks, mulai dari perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, hingga urbanisasi yang pesat. Telkom Landmark Tower jadi salah satu green building di Indonesia yang dirancang modern dan mendukung produktivitas #SobatTLT, namun tetap ramah lingkungan. Lantas, apa yang membedakan? Yuk intip bedanya green building dengan gedung biasa!


Green Building Mengutamakan Efisiensi Energi 

Green building dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, biasanya dengan menggunakan sumber energi terbarukan seperti panel surya, ventilasi alami, atau sistem pencahayaan hemat energi (LED). Sedangkan pada gedung biasa, energi yang digunakan merupakan energi konvensional yang konsumsi energinya tidak mempertimbangkan efisiensi atau sumber energi yang lebih ramah lingkungan.


Fasilitasnya Dirancang Ramah Lingkungan

Karena mengutamakan keberlanjutan, segala hal yang ada di green building memerlukan pertimbangan yang cukup matang. Pada green building, segala fasilitas yang disediakan sudah dipertimbangkan agar memberikan dampak bagi lingkungan, contohnya di Telkom Landmark Tower disediakan EV Charging Station dan Reverse Vending Machine. Jadi, #SobatTLT juga bisa berkontribusi untuk lingkungan yang lebih hijau. Fasilitas ramah lingkungan ini belum banyak disediakan di gedung-gedung lain yang belum memiliki standar eco-friendly seperti green building.


Kualitas Udara di dalam Green Building Juga Diperhatikan

Konsep green building yang ramah lingkungan bukan hanya tentang banyaknya teknologi ramah lingkungan saja, tetapi juga menciptakan ekosistem yang terbebas dari polusi udara, air, maupun tanah. Umumnya kualitas udara di green building juga dipertimbangkan dengan matang dibandingkan gedung biasa. Green building dilengkapi dengan taman seperti Vertical Garden di Telkom Landmark Tower yang membuat udara di dalam gedung menjadi lebih sehat.


Interior dan Desain di Green Building Terkesan Lebih Inovatif

Bukan hanya ramah lingkungan, green building umumnya juga dirancang dengan arsitektur dan interior yang memanjakan mata. Telkom Landmark Tower yang jadi salah satu green building ini mengadopsi desain inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas di setiap ruangannya. Tak hanya itu, adanya berbagai tanaman di setiap ruang bukan hanya menambah estetika, namun juga membuat udaranya menjadi lebih sehat. Hal-hal ini tidak mudah didapatkan di gedung biasa, sebab biasanya gedung biasa dirancang dengan desain konvensional yang tidak mengutamakan unsur keberlanjutan. 


Green building unggul dibandingkan bangunan biasa dalam berbagai aspek, seperti efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, dan dampak lingkungannya. Meski memerlukan investasi awal yang lebih tinggi, manfaat jangka panjang membuat green building Telkom Landmark Tower jadi pilihan yang jauh lebih baik untuk masa depan yang berkelanjutan. 

Bukan hanya dirancang sebagai gedung kantor yang multifungsi, Telkom Landmark Tower juga mementingkan keberlanjutan lingkungan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, green building jadi bangunan yang bukan hanya megah dan indah untuk dipandang, tetapi juga bermanfaat untuk lingkungan.

Comments