Lebaran jadi momen yang dirayakan dengan sukacita bersama keluarga, teman, dan rekan kerja. Hari raya yang identik dengan kebersamaan ini juga diwarnai dengan berbagai tradisi yang meriah. Acara halal bihalal memang jadi tradisi wajib yang rutin berjalan sebagai ajang silaturahmi. Perayaan yang disambut dengan sukacita ini biasanya diisi dengan berbagai hidangan dan makanan sebagai suguhan untuk para tamu yang hadir.
Di balik perayaan yang penuh kebahagiaan, ada satu masalah yang sering luput dari perhatian yaitu peningkatan jumlah sampah. Mulai dari kemasan makanan, plastik sekali pakai, hingga sisa makanan yang terbuang, semua ini bisa menumpuk dan berdampak buruk pada lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Nah, #SobatTLT perlu bijak dalam mengelola sampah dan limbah dari berbagai acara yang berjalan agar tidak mengotori lingkungan. Kesadaran untuk lebih mindful dalam mengelola sampah selama Lebaran tentu penting agar perayaan ini tidak meninggalkan jejak negatif bagi lingkungan. Simak kiat-kiat berikut yang perlu #SobatTLT perhatikan agar Lebaran lebih mindful dan ramah lingkungan!
1. Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan
Lebaran biasanya identik dengan berbagai hidangan makanan untuk menjamu tamu yang datang untuk silaturahmi ke rumah. Sebaiknya gunakan wadah makanan yang bisa digunakan kembali daripada plastik atau styrofoam. Meskipun praktis, wadah makanan dari bahan ini akan memperbanyak penumpukan sampah yang sulit terurai. Hal ini tentu dapat merusak lingkungan jika tidak dikendalikan dengan bijak. Sebaiknya gunakan juga kemasan berbahan kardus, kain, atau anyaman bambu untuk wadah hampers Lebaran karena lebih mudah di daur ulang.
2. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Penggunaan plastik sekali pakai sebagai wadah makanan atau minuman memang cukup praktis, terlebih jika digunakan untuk acara besar seperti hari raya. Namun, sangat disayangkan wadah ini tidak ramah lingkungan karena sampah plastik sulit terurai. Sebaiknya gunakan kantong belanja kain atau totebag dibandingkan menggunakan kantong plastik karena bisa digunakan berulang kali dalam jangka waktu lama. Hindari juga penggunaan sedotan plastik dan alat makan sekali pakai karena dapat menimbun jumlah sampah.
3. Masak Secukupnya dan Kurangi Food Waste
Saat Lebaran, biasanya orang-orang akan memasak dalam porsi besar. Sebaiknya perkirakan jumlah tamu yang datang terlebih dahulu dan hitung porsi makanan apakah sudah sesuai kebutuhan atau belum agar makanan tidak terbuang sia-sia. Makanan yang terbuang akan menjadi food waste dan hal ini akan merusak lingkungan jika dibiarkan. Namun jika terdapat sisa, sebaiknya simpan makanan sisa dengan baik agar dapat dikonsumsi kembali atau bagikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.
4. Gunakan Dekorasi yang Bisa Digunakan Kembali
Nuansa Lebaran akan semakin terasa jika rumah dihias dengan dekorasi yang bermacam-macam. Namun, #SobatTLT perlu memperhatikan terlebih dahulu apakah dekorasi yang digunakan terbuat dari bahan sekali pakai atau dapat digunakan berulang kali. Sebaiknya gunakan dekorasi yang dapat digunakan kembali pada Lebaran tahun berikutnya. Hal ini untuk menghindari sampah penggunaan barang sekali pakai.
5. Pisahkan Sampah agar Lebih Mudah Didaur Ulang
Hal selanjutnya yang dapat diterapkan agar Lebaran lebih mindful dan ramah lingkungan adalah memisahkan sampah yang ada di rumah. Memisahkan sampah akan memudahkan proses daur ulang sehingga limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat. Sebaiknya gunakan kembali botol atau kemasan lain yang masih layak pakai di rumah untuk meminimalisir pembuangan limbah rumah tangga. Simpan sampah yang sudah dipisahkan dengan bersih dan rapi agar bisa didaur ulang melalui mesin pendaur ulang sampah.
Sampah botol plastik dapat didaur ulang melalui mesin daur ulang sampah, seperti mesin RVM daur ulang yang ada di Telkom Landmark Tower. Green building yang satu ini berkomitmen untuk menjaga lingkungan agar tetap ramah dan berkelanjutan. Setelah memisahkan sampah botol plastik yang telah dibersihkan, #SobatTLT dapat memasukannya ke mesin daur ulang sampah yang ada di Lantai GF dan Lantai 7. Selain berkontribusi dalam mengurangi sampah, sampah botol ini juga memiliki nilai tukar karena #SobatTLT akan mendapat poin belanja setiap menukar sampah botol. Daur ulang sampah plastik ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah botol plastik yang masih banyak digunakan orang-orang. Bijak menggunakan dan mengelola sampah ini merupakan bentuk kontribusi #SobatTLT dalam mengurangi limbah.
Comments