Bangunan yang tersertifikasi sebagai green building pada dasarnya dirancang untuk memberikan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan efisien bagi penggunanya. Dengan konsep keberlanjutan, bangunan ini tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman bekerja di dalamnya. Namun, sebuah bangunan tidak bisa serta-merta disebut green building tanpa memenuhi standar tertentu.
Ada beberapa kriteria dan penilaian yang harus dipenuhi sebelum mendapatkan sertifikasi resmi, seperti LEED, BREEAM, atau GREENSHIP di Indonesia. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, ada banyak tahapan dan kriteria yang harus dipenuhi sebuah bangunan. Kenapa Telkom Landmark Tower layak disebut green building? Apa saja standar yang membuat bangunan ini dapat dikatakan sebagai green building? Yuk simak penjelasannya berikut, #SobatTLT!
1. Bangunan telah tersertifikasi EDGE
Sertifikasi EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) menjadi salah satu standar penting yang digunakan untuk mengakui sebuah gedung sebagai green building. EDGE dikembangkan oleh IFC untuk mendorong bangunan yang lebih hemat sumber daya dan ramah lingkungan. Melalui sertifikasi ini, sebuah gedung harus memenuhi tiga aspek utama: penghematan energi, efisiensi penggunaan air, serta pengurangan material yang berdampak tinggi terhadap lingkungan.
EDGE memberikan penilaian berbasis perhitungan yang jelas dan terukur, sehingga setiap bangunan yang memperoleh sertifikasi ini dipastikan telah menerapkan strategi desain dan teknologi yang berkelanjutan. Adanya sertifikasi EDGE membuat Telkom Landmark Tower tidak hanya diakui sebagai green building, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap efisiensi operasional, pengurangan jejak karbon, dan kenyamanan penghuninya.
2. Diakui oleh Green Building Council Indonesia
Diakui oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) jug salah satu standar penting bagi sebuah gedung untuk memperoleh status green building di Indonesia. GBCI merupakan lembaga independen yang mengembangkan sistem penilaian GREENSHIP, yaitu standar nasional untuk menilai sejauh mana sebuah bangunan memenuhi prinsip keberlanjutan. Melalui penilaian GREENSHIP, GBCI mengevaluasi berbagai aspek seperti efisiensi energi, konservasi air, kualitas udara dalam ruang, pengelolaan bangunan, pemilihan material ramah lingkungan, serta pengelolaan lahan dan limbah.
Setiap aspek memiliki indikator yang terukur, sehingga gedung yang berhasil mendapatkan pengakuan dari GBCI dipastikan telah memenuhi praktik pembangunan hijau secara komprehensif. Dengan pengakuan tersebut, Telkom Landmark Tower tidak hanya memenuhi standar ramah lingkungan, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan, kesehatan pengguna, dan pengurangan dampak lingkungan jangka panjang.
3. Bangunan sesuai dengan standar internasional (ISO certified)
Bangunan yang memiliki standar internasional melalui sertifikasi ISO di bidang environment, health, and safety (EHS) juga menjadi salah satu indikator penting bahwa gedung tersebut menerapkan prinsip green building. Sertifikasi seperti ISO 14001 (Environmental Management System) dan ISO 45001 (Occupational Health and Safety Management System) menunjukkan bahwa gedung tersebut dikelola dengan sistem yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Adanya ISO di bidang lingkungan membuktikan komitmen Telkom Landmark Tower terhadap pengelolaan dampak lingkungan secara bertanggung jawab, termasuk pengurangan emisi, pengelolaan energi, dan efisiensi penggunaan sumber daya. Sementara itu, standar ISO di bidang kesehatan dan keselamatan kerja memastikan bahwa gedung ini dirancang dan dioperasikan untuk melindungi keamanan serta kenyamanan seluruh penghuninya.
Kombinasi standar internasional tersebut membuat gedung layak diakui sebagai green building karena menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan, kesehatan, dan keselamatan tidak hanya sekadar konsep, tetapi telah menjadi bagian dari sistem manajemen Telkom Landmark Tower. Berbagai sertifikasi ini menjadi sebagian bukti bahwa gedung ini layak disebut sebagai green building. Aspek lainnya dapat dilihat dari berbagai fasilitas dan fitur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di area Telkom Landmark Tower, contohnya dengan tersedianya fasilitas EV Charging Station, panel surya, atau Reverse Vending Machine membuktikan Telkom Landmark Tower merupakan gedung yang eco friendly.
Comments