August 21, 2025

Ciri Khas Green Building yang Jarang Ditemui di Gedung Konvensional

Green building kini menjadi tren dalam arsitektur gedung perkantoran, seiring dengan meningkatnya  kesadaran terhadap isu lingkungan dan pentingnya keberlanjutan. Untuk menciptakan ekosistem yang baru dan lebih ramah lingkungan, ada beberapa aspek dalam gedung yang turut menjadi ciri khas sekaligus mendukung program keberlanjutan. Umumnya, green building dirancang dengan mempertimbangkan dampak lingkungan sehingga  memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan gedung konvensional yang belum menerapkan prinsip ramah lingkungan. Yuk simak beberapa ciri khas green building yang membedakannya dari gedung perkantoran konvensional.

1. Tersedia Vertical Garden sebagai Area Hijau

Salah satu ciri khas yang menonjol dari green building adalah tersedianya vertical garden. Keberadaan vertical garden di green building bukan hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang penting. Vertical garden membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen sehingga kualitas udara di sekitar gedung menjadi lebih sehat dan segar. Fasilitas ini juga menjadi simbol dari komitmen gedung terhadap prinsip berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. 


2. Menyediakan Fasilitas Ramah Lingkungan 

Green building juga identik dengan keberadaan fasilitas ramah lingkungan yang dirancang untuk mendukung prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, serta kenyamanan dan kesehatan penghuninya. Biasanya, green building dilengkapi dengan sistem pengelolaan air yang efisien, penggunaan lampu LED, sensor otomatis untuk mendukung hemat daya. Selain itu, terdapat juga fasilitas pengelolaan sampah botol plastik untuk meminimalisir volume sampah harian karyawan. Seperti di Telkom Landmark Tower yang dilengkapi dengan Reverse Vending Machine (RVM) yang dapat menukar sampah botol plastik dengan uang.


3. Adanya Panel Surya untuk Menambah Pasokan Listrik

Panel surya biasanya dapat ditemukan di atap atau bagian lain gedung yang mendapat sinar matahari langsung untuk mengubah panas menjadi listrik. Konversi energi ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional gedung dan menambah pasokan listrik. Selain lebih hemat secara biaya jangka panjang, penggunaan panel surya juga turut menekan emisi karbon. 


4. Menawarkan Fasilitas Isi Daya Kendaraan Listrik

Keberadaan stasiun pengisian daya mobil listrik menunjukkan komitmen green building dalam mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Fasilitas pengisian daya kendaraan listrik memungkinkan pengendara mengisi baterai mobil mereka langsung di area parkir gedung dengan mudah dan efisien. Dengan menyediakan infrastruktur ini, green building turut mendorong peralihan ke transportasi rendah emisi, sesuatu yang belum tentu tersedia di gedung-gedung konvensional.

Fasilitas yang ada di green building dirancang tidak hanya untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek operasional gedung. Hal ini menjadikan green building bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi penghuninya. Telkom Landmark Tower merupakan gedung perkantoran yang dirancang sebagai green building untuk menciptakan lingkungan kantor yang ramah lingkungan.

Gedung ini dilengkapi dengan berbagai unsur ramah lingkungan, mulai dari fasilitas pendukung di setiap ruangan, Vertical Garden sebagai area hijau serbaguna, RVM daur ulang botol plastik untuk mengurangi sampah, hingga EV Charging Station yang dapat digunakan untuk mengisi daya kendaraan listrik. Telkom Landmark Tower juga menyediakan parkiran khusus untuk kendaraan listrik, tentu fasilitas ini tidak selalu ada di gedung konvensional. Semua ini menciptakan pengalaman kerja yang lebih nyaman sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan.

Comments