April 22, 2025

Butuh Motivasi Kerja? Ini Buku yang Cocok untuk Kembalikan Semangatmu!

Perasaan bosan atau jenuh saat bekerja tentu menjadi hal wajar yang dapat terjadi pada siapa saja. Rutinitas yang monoton, tekanan pekerjaan, kurangnya penghargaan, hingga ketidaksesuaian antara pekerjaan dan passion yang #SobatTLT dapat memicu terjadinya hal ini. Motivasi kerja yang menurun tentu akan berdampak pada produktivitas dan semangat kerja. Perlu diingat bahwa produktivitas yang menurun akan berpengaruh terhadap penilaian kinerja seorang karyawan.

Mengalami penurunan motivasi saat bekerja tentu dapat berdampak pada pekerjaan karena dapat menyulitkan #SobatTLT dalam mengembangkan karier. Penurunan kinerja dapat memengaruhi tingkat kepercayaan dari atasan sehingga dapat berpotensi mengurangi peluang #SobatTLT untuk terlibat dalam proyek-proyek berikutnya.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga motivasi agar pekerjaan yang sedang dikerjakan mendapatkan hasil yang maksimal. Ada banyak cara untuk menjaga motivasi saat bekerja, salah satu yang dapat #SobatTLT lakukan adalah membaca buku. Kegiatan ini akan membuka pandangan baru sekaligus melihat sisi lain dari rutinitas yang selama ini berulang dan membuat #SobatTLT merasa bosan. Membaca buku juga dapat meningkatkan kesadaran diri, memberi dorongan positif, hingga mengembalikan niat dan tujuan saat awal bekerja. Nah, ini dia beberapa buku yang cocok dibaca untuk kembalikan semangatmu!


1. Atomic Habits karya James Clear

Buku Atomic Habits karya James Clear membahas bagaimana perubahan kecil pada kebiasaan sehari-hari dapat menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang. Buku ini menjelaskan bahwa dalam hidup tidak perlu melakukan perubahan besar secara langsung untuk mencapai hasil yang luar biasa. Sebaliknya, fokus pada kebiasaan kecil yang disebut sebagai atomic habits dapat menjadi kunci untuk transformasi yang bertahan lama. 


2. The One Thing karya Gary Keller dan Jay Papasan

Buku ini mengajarkan bahwa kesuksesan dapat datang dengan fokus pada satu hal yang paling penting dalam hidup atau pekerjaan. Dibanding mencoba mengerjakan banyak hal sekaligus, menentukan satu prioritas utama dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh jauh lebih efektif sekaligus membuat #SobatTLT lebih produktif. Fokus mengerjakan hal yang menjadi prioritas juga meminimalisir terjadinya burnout karena terlalu banyak yang dikerjakan. Hal ini tentu mendukung #SobatTLT menjadi lebih produktif dan semangat saat mengalami penurunan motivasi setelah lelah bekerja.


3. The E-Myth Revisited karya Michael E. Gerber

Salah satu gagasan utama yang diangkat dalam buku ini adalah banyak orang yang memulai bisnis bukan karena mereka benar-benar ingin menjadi pengusaha, melainkan karena mereka ahli dalam suatu bidang dan merasa bisa menjalankan usaha sendiri. Keahlian teknis saja tidak cukup untuk membuat bisnis berhasil. Gerber menjelaskan membangun dan mengelola bisnis yang berkelanjutan memerlukan pemahaman lebih luas tentang manajemen, sistem, dan strategi jangka panjang. Buku ini menggambarkan perjalanan membangun bisnis yang sukses sebagai proses menciptakan sistem yang bisa berjalan bahkan tanpa kehadiran langsung pemiliknya.


4. Thrive karya Arianna Huffington

Buku ini berisi refleksi mendalam tentang makna kesuksesan yang sesungguhnya. Pembaca diajak untuk mendefinisikan ulang arti sukses melalui tiga pilar penting, yaitu kesejahteraan, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberi. Arianna menyoroti betapa pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, memberi ruang bagi mindfulness, tidur yang cukup, serta merawat hubungan dengan orang lain. Dalam buku ini juga dibahas bagaimana nilai-nilai seperti empati, rasa syukur, dan refleksi batin sangat berperan dalam membentuk kehidupan yang utuh dan bermakna. Pesan dalam buku ini menekankan bahwa mengejar karier dan produktivitas tanpa keseimbangan akan mengarah pada kelelahan dan kekosongan. 


5. Essentialism: The Disciplined Pursuit of Less  karya Greg McKeown

Buku Essentialism karya Greg McKeown ini berisi ajakan untuk hidup sederhana dan bekerja dengan lebih fokus. Dalam dunia yang penuh dengan kesibukan, tuntutan, dan distraksi, pembaca diajak  untuk berhenti mencoba melakukan segalanya dan mulai memusatkan perhatian hanya pada hal-hal yang benar-benar penting. McKeown menyebut pendekatan ini sebagai essentialism, yakni sebuah seni untuk memilih dengan bijak dan berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang tidak memberi nilai signifikan. Buku ini merupakan panduan untuk para karyawan yang ingin keluar dari lingkaran kesibukan tanpa arah dan hidup dengan lebih terfokus, bijaksana, dan penuh kendali.


Kenyamanan Dukung Efektivitas Membaca Buku 

Penting untuk menciptakan suasana yang mendukung agar proses membaca buku menjadi lebih fokus, menyenangkan, dan bermanfaat. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan membaca di ruang yang nyaman dan tenang. Selain di perpustakaan, membaca buku dapat dilakukan di mana saja asalkan tempat tersebut minim suara, minim distraksi, dan nyaman. Ruang yang nyaman memberikan pengaruh besar terhadap efektivitas selama membaca. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilansir dari Science Norway, salah seorang profesor di Universitas Stavanger menjelaskan bahwa kualitas tempat membaca penting untuk diperhatikan agar kegiatan membaca buku dapat dinikmati. Pencahayaan yang cukup, kursi yang mendukung postur tubuh, serta suasana yang minim distraksi akan membantu otak lebih mudah untuk berkonsentrasi. 


Membaca buku juga dapat dilakukan di kantor saat waktu istirahat untuk mengembalikan motivasi bekerja. Jika kondisi meja kerja berada di ruangan dengan tim yang cukup ramai, #SobatTLT dapat mencari ruangan yang minim suara dan distraksi agar dapat lebih fokus dalam membaca. Ada banyak pilihan tempat sesuai dengan ketersediaan yang ada di masing-masing kantor, seperti di taman, coffee shop, atau bahkan area istirahat kantor. 

Coworking space yang ada di Telkom Landmark Tower dirancang dengan ruangan yang nyaman, minim distraksi, dan cocok untuk melakukan berbagai hal produktif. Selain untuk bekerja, coworking space bernama Connext ini juga cocok untuk digunakan sebagai area membaca buku. Ruang kerja multifungsi ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas tambahan, salah satunya kopi gratis yang siap menemani #SobatTLT selama bekerja, belajar, atau membaca buku. Telkom Landmark Tower juga memiliki beberapa coffee shop seperti Coffee Bean and Tea Leaf, Janji Jiwa, Point Coffee, dan lain-lain sebagai tempat yang tepat dan nyaman untuk #SobatTLT membaca buku sekaligus mengembalikan motivasi bekerja.

Membaca buku juga dapat dilakukan di ruang terbuka hijau seperti Vertical Garden yang ada di Telkom Landmark Tower. Membaca buku di dekat area hijau akan menyegarkan pikiran setelah bosan dan jenuh saat bekerja. Ruang membaca yang nyaman bisa #SobatTLT jadikan sebagai tempat pelarian sejenak untuk mendapatkan ketenangan, memperluas pengetahuan, dan menyegarkan kembali semangat di tengah kesibukan harian.

Comments