May 12, 2025

5 Cara Efektif Ciptakan Budaya Kerja Eco Friendly

Perubahan iklim menjadi isu global yang menuntut perhatian serius dari semua pihak, termasuk dunia kerja. Melansir International Labor Organizations, perubahan iklim dapat berdampak serius bagi keselamatan dan kesehatan para pekerja di seluruh dunia sebagai sektor paling rentan terdampak. Kondisi ini membuat aksi nyata untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan perlu digerakkan untuk meminimalisir akibat yang lebih buruk. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan yakni dengan membentuk budaya ramah lingkungan di tempat kerja. Budaya yang dimaksud ini menekankan pada keseharian karyawan selama bekerja untuk memegang prinsip ramah lingkungan. 

Bekerja di green building saja tidak cukup menjadikan seorang karyawan ramah lingkungan jika tidak disertai dengan penerapan gaya hidup dan kebiasaan kerja yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Penting untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang manfaat menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan. Edukasi untuk menjaga lingkungan dapat dilakukan di mana saja, termasuk dengan mengubah budaya kerja yang lebih ramah lingkungan. Budaya kerja yang lebih ramah lingkungan akan memberikan dampak luar biasa yang berpengaruh terhadap lingkungan yang berkelanjutan. Nah, ini cara efektif menciptakan budaya kerja yang lebih ramah lingkungan!


1. Menggunakan produk eco friendly

Salah satu cara untuk menciptakan budaya ramah lingkungan di kantor adalah dengan menggunakan produk eco friendly. Langkah ini bukan hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga membentuk kebiasaan, mengubah pola pikir, dan menumbuhkan perilaku yang positif di tempat kerja. Ada banyak langkah sederhana untuk memulai penggunaan produk yang ramah lingkungan. Bisa dimulai dengan menggantikan botol dan peralatan sekali pakai, menggunakan produk kebersihan alami yang bersifat non toxic, hingga menggunakan peralatan elektronik yang hemat energi. Penggunaan produk yang telah tersertifikasi ramah lingkungan menjadi salah satu langkah yang sederhana namun berdampak besar untuk lingkungan. 


2. Rutin melakukan pengelolaan limbah (daur ulang)

Masalah limbah telah menjadi isu lingkungan yang mendesak, baik di tingkat lokal maupun global. Penelitian dari Journal of Social Science Research mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah menjadi permasalahan yang semakin mendesak seiring dengan populasi dan urbanisasi yang berkembang pesat di Indonesia.  Limbah dari kegiatan perkantoran seperti kertas, plastik, elektronik, hingga limbah makanan seringkali diabaikan karena dianggap tidak seberapa dibandingkan dengan limbah industri. Business Waste Management mengungkapkan bahwa limbah kantor menjadi salah satu penyumbang signifikan terhadap pencemaran lingkungan dengan rata-rata 2 kg per karyawan setiap harinya. Mengelola limbah kantor melalui kegiatan daur ulang merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas perkantoran. Jika tersedia mesin daur ulang di kantor, #SobatTLT dapat berkontribusi dengan menyumbang sampah-sampah yang dapat didaur ulang. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu mengirim sampah ke fasilitas pengelolaan limbah.


3. Memanfaatkan cahaya alami

Penggunaan energi listrik di sektor perkantoran terus meningkat seiring dengan kebutuhan pencahayaan, pendingin ruangan, dan perangkat elektronik lainnya. Melansir Mongabay, pencahayaan lampu menyumbang 20% konsumsi listrik dan menambah 6% emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global. Untuk meminimalisir risiko kerusakan lingkungan, langkah sederhana yang dapat dilakukan selama bekerja di kantor adalah memanfaatkan cahaya alami secara maksimal.  Nah, #SobatTLT dapat menempatkan meja kerja di dekat sumber cahaya alami seperti jendela atau menggunakan tirai yang tipis agar cahaya matahari dapat masuk ke ruangan dan menjangkau banyak area. 


4. Menghadirkan tanaman di dekat ruang kerja

Menghadirkan elemen alami seperti tanaman hijau ke dalam ruang kerja merupakan salah satu cara sederhana namun efektif untuk menciptakan suasana kerja yang sehat dan ramah lingkungan. Tanaman bukan hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara, menurunkan stres, serta memperkuat kesadaran lingkungan di tempat kerja. Adanya tanaman di dekat ruang kerja juga membantu menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen sehingga kondisi udara menjadi lebih segar. Melihat dan merawat tanaman setiap hari di saat bekerja juga akan membantu membangun kepedulian #SobatTLT terhadap kondisi lingkungan.

5. Mengurangi penggunaan kertas

Mengurangi penggunaan kertas merupakan langkah strategis untuk menjaga lingkungan dan mendukung efisiensi kerja. Hal ini membantu mengurangi penebangan hutan, pencemaran produksi kertas, serta limbah padat. Langkah yang dapat #SobatTLT lakukan yaitu menggunakan dokumen digital, memanfaatkan tanda tangan elektronik, dan mencetak dokumen hanya saat diperlukan.


Penerapan Budaya Kerja Eco Friendly di Telkom Landmark Tower 

Budaya kerja yang ramah lingkungan bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, menghemat sumber daya, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Penerapan budaya yang positif ini dapat dilakukan dari diri sendiri, namun dukungan kantor untuk memberlakukan budaya kerja eco friendly sangat berpengaruh untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari limbah. 


Telkom Landmark Tower merupakan contoh nyata kantor yang mendukung budaya kerja ramah lingkungan. Sebagai green building, gedung ini menerapkan prinsip net zero emission melalui program GoZero%.  Komitmen ini dapat dilihat dari pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi energi, hingga pengolahan sampah. Telkom Landmark Tower menyediakan Reverse Vending Machine untuk limbah botol plastik, menyediakan EV Charging Station, hingga menerapkan teknologi yang ramah lingkungan di semua fiturnya untuk mendukung terciptanya budaya eco friendly di smart building ini.

Comments